A Journey to FuelPHP: From Android, CakePHP, CodeIgniter, FuelCMS, Zend, Yii and finally FuelPHP

Mengapa saya memilih FuelPHP. Mengapa bukan framework lain? Hal tersebut tidak lepas dari sebuah perjalanan mencari framework yang mudah dipelajari serta dapat diaplikasikan dalam waktu yang singkat. Meskipun akhirnya perjalanannya sendiri membutuhkan waktu yang tidak singkat😀.

Semua diawali dari skripsi/tugas akhir. Pada awal kemunculan android Eclipse, sudah muncul dalam pemikiran akan menjadikan android sebagai platform untuk mengerjakan Tugas Akhir. “Semua kesulitan pasti bisa diatasi”, begitu semangatnya saat itu. Meskipun mulai dari nol pasti akan bisa membuat aplikasi untuk android.

Mulailah mencari-cari artikel serta sourcecode master Android development. Tidak ada yang berbahasa Indonesia, tidak ada teman yang jago.., yang ada hanyalah tutorial Online resmi dari google. namun karena semangat sudah membara ya jadilah belajar secara online. Kesulitan pun mulai muncul. Konsep OOP java-android benar-benar membingungkan untuk pemula. apalagi menerjemahkan pemahaman bahasa inggris untuk sesuatu yang benar-benar teknis membuat laju pemahaman melambat.

Selang beberapa bulan muncul beberapa judul buku yang membahas mengenai pembuatan aplikasi android. Lumayan .., agar lebih mempermudah pembelajaran dibelilah beberapa buku tersebut. Setelah dibuka ternyata hanya menerjemahkan tutorial resmi dari Google.Tidak ada perbedaan kemajuan secara signifikan🙂

Tidak ada rotan, akarpun jadi. Pembelajaran tetap dilanjutkan. instalasi SDK telah diinstall. Video tutorial sudah di download dari Youtube. tinggal mengikuti saja pasti lebih gampang. Tapi ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Kemudian muncul permasalahan baru. sekedar instalasi android SDK saja susahnya setengah mati. Apalagi setelah menjalankan program sebagaimana tutorial yang ada. perbedaan SDK membuat apa yang dicontohkan hanya mengeluarkan error…, Komputer maupun laptop pasti menjadi lemot dan akhrinya “hank”. banyak dependencies yang muncul. Resorce CPU langsung melonjak. Belum lagi versi SDK yang terus berkembang lebih cepat dari kecepatan pemahaman pribadi. Jadilah selama 1 tahun lebih saya belajar…, lebih baik menggunakan PHP. setidaknya ada beberapa teman yang ahli masalah PHP. seandainya ada masalah, ada teman yang bisa membantu.

Mempelajari PHP dari awal pasti membutuhkan waktu yang lama, karena itu terpikir menggunakan beberapa framework.., Setalah search di Google.., ketemulah CakePHP, CodeIgniter, Zend dan Yii. Mulailah membeli buku, CakePHP dan CodeIgniter.
CakePHP full version ternyata berbayar.., so lewat. Yii.., susah dipahami, Zend lebih susah dipahami.., tutorial resmi di website saja g nyambung, apalagi mau cari yang tidak resmi. Jadilah memahami CodeIgniter.

HArus diakui CodeIgniter lebih mudah dipahami. Dari buku yang ada, Bab demi bab telah dipelajari, dan lama kelamaan konsepnya pun lebih mudah dimengerti. Yang lebih menyenangkan,  dokumentasi CodeIgniter yang sudah include di masternya. Lebih mudah mencari referensi. Namun ketika hendak mulai membangun aplikasi dari nol…, hadeh……, mulai bingung…,
ini bagaimana carany amambangun template, bagaimana membuat validasi.., yang lebih pusing lagi.., bagaimana ,membangun relasi database. Apa harus memahami relasi join terus.., pasti bingung.

so jalan2 lagi di dunia maya.., ketemulah FuelCMS. Merupakan framework CodeIgniter yang ditambahi fitur CMS…, bagaikan angin segar …., namun anggapan dan kenyataan terkadang berlajan tidak selaras. Keterbatasan pengetahuan pribadi menjadi penyebab utama. Begitu membaca dokumentasinya.., malah jadi bingung.., kok strukturnya kacau begini…, sekitar seminggu mencoba mempelajari.., tetap saja tidak mengerti.

Dan Akhirnya…., tidak sengaja googling dan ketemu sebuah posting mengenai FuelPHP. Langsung dari Phil Sturgeon…, pengembang FuelPHP yang ternyata juga aktif mengembangkan CodeIgniter. di artikel tersebut diceritakan mengenai kelebihan2 FuelPHP. okay…, sepertinya ini cukup bagus.

Setelah download masternya…, nyoba instalasi…, dan akhirnya baca beberapa artikel tutorial (versi bahasa inggris semua) akhirnya diputuskan.., ini yang dicari selama ini.

baru FuelPHP ini yang ada fitur ORM sehingga bisa membuat relasi database dengan lebi mudah. Kita dapat membuat aplikasi hanya menggunakan command line, sudah tersedia fitur authentification, hadeh.., tambah semangat. Belum lagi di FORUM sudah banyak tutorial…, its great.

belum lagi ketemu video tutorial FUelPHP langsung dari Phil Sturgeon, meembuat website dari awal. Meski ada beberapa perbedaan, namun lebih mudah diketahui penyelesaian masalahnya.
so Finally terimakasih kuucapkan kepada Phil Sturgeon, Dan Horrigan dan tim yang mengembangkan FuelPHP serta developer yang ada di Forum. it’s great.tQ

One thought on “A Journey to FuelPHP: From Android, CakePHP, CodeIgniter, FuelCMS, Zend, Yii and finally FuelPHP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s